Integrasi Standar Higiene Dan Sistem Jaminan Halal Di Pesantren Modern: Menuju Kerangka Tata Kelola Berkelanjutan Untuk Manajemen Layanan Makanan
DOI:
https://doi.org/10.51805/jimp.v1i1.538Keywords:
Tata kelola higiene, jaminan halal, keamanan pangan, pesantren, kebijakan public, tata kelola kolaboratifAbstract
Penerapan standar higiene dan halal dalam manajemen layanan makanan di lingkungan pesantren menjadi semakin penting dalam mendukung kesehatan santri, keamanan pangan, serta perwujudan nilai-nilai Islam di lembaga pendidikan. Meskipun telah terdapat regulasi nasional terkait higiene pangan dan jaminan produk halal, implementasi operasional standar tersebut di kantin pesantren masih bersifat terfragmentasi dan belum memiliki kerangka tata kelola yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan kebijakan yang berkaitan dengan implementasi higiene dan halal di pesantren modern serta merumuskan model kebijakan yang tepat untuk memperkuat tata kelola kelembagaan. Dengan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dan metode analisis kebijakan, penelitian ini mengkaji berbagai peraturan perundang-undangan, laporan pemerintah, serta literatur ilmiah yang relevan dengan jaminan halal, higiene pangan, dan manajemen pendidikan Islam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tantangan utama meliputi belum adanya pedoman teknis khusus untuk kantin pesantren, keterbatasan kapasitas kelembagaan, rendahnya kesadaran pemangku kepentingan, serta lemahnya koordinasi antara instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Selain itu, praktik higiene sering kali hanya dipahami sebagai upaya menjaga kebersihan semata, sementara jaminan halal kerap terbatas pada aspek kehalalan bahan, sehingga menyebabkan kurangnya integrasi antara keamanan pangan dan tata kelola halal. Penelitian ini menegaskan bahwa standar higiene dan halal perlu diinstitusionalisasikan sebagai bagian integral dari tata kelola pesantren. Model kebijakan fasilitatif–kolaboratif yang melibatkan instansi pemerintah, lembaga sertifikasi halal, otoritas kesehatan, pengelola pesantren, dan pemangku kepentingan masyarakat diidentifikasi sebagai pendekatan yang paling memungkinkan untuk meningkatkan kepatuhan dan keberlanjutan. Studi ini berkontribusi dalam pengembangan kerangka tata kelola terintegrasi yang menggabungkan keamanan pangan, jaminan halal, dan manajemen pendidikan Islam guna mendukung implementasi prinsip halalan thayyiban di pesantren modern.Downloads
Published
2026-06-12
How to Cite
Susanto, T. J., Muh.munadi, & Abdulmatin. (2026). Integrasi Standar Higiene Dan Sistem Jaminan Halal Di Pesantren Modern: Menuju Kerangka Tata Kelola Berkelanjutan Untuk Manajemen Layanan Makanan. Jurnal Ilmu Manajemen Pendidikan, 1(1), 1–10. https://doi.org/10.51805/jimp.v1i1.538
Issue
Section
Articles
License
Copyright (c) Array Tri Joko Susanto, Muhammad Munadi, Abdul Matin bin Salman

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.